MANUSIA DAN PENDERITAAN
Penderitaan adalah suatu rasa yang di miliki oleh setiap manusia baik dari batin maupun dari fisik. Sebenarnya dari penderitaan itu terdapat beberapa factor.
Factor-faktor penderitaan yaitu karena adanya ketidak mampuan, tertindas, terjajah dan beban fikiran. Dari factor-faktor tersebut sangan dimungkinkan bahwa manusia akan merasa menderita, bahkan dukan dari kondisi itu dapat menurunkan segala hal seperti rasa kasih saying. Karena suatu penderitaan terkadang juga dapat mengubah cara berfikir manusia, mungkin juga dapat menyeret manusia kadalam suatu tindakan yang merugikan mereka sendiri karena sudah terbatasnya pemikiran mereka yang di akibatkan dari rasa penderitaan yang mereka alami dan mereka rasakan itu sebagai contoh: orang bunuh diri, membantai orang lain dan banyak lagi tindakan yang lainnya. Bahkan karena adanya beban fikiran dapat mematikan syaraf-syaraf mereka yang akan berdampak pada kehidupan mereka sendiri yang seharusnya tidak terjadi contohnya: gila, struk, dan lain-lain.
Dari factor di atas dapat disimpulkan bahwa suatu penderitaan itu akan membawa dampak yang kurang baik bagi kehidupan manusia. Untuk itu pembekalan jiwa haruslah benar-benar kuat dan keimanan yang kokoh terjaga.
Jumat, 25 Maret 2011
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
manusia dan tanggung jawab
manusia dimintai pertanggung jawaban atas apa yang mereka kerjakan didunia pada saat diakhirat nanti. Lihatlah sederet penderitaan umat manusia; kemiskinan, keterkucilan, diskriminasi, korupsi, kebodohan, fanatisme buta, pembantaian, perang, keteraniayaan, ketertindasan, dan kekerasan. Dari mana semua ini muncul di tengah masyarakat manusia? Ini semua muncul karena manusia tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya. Manusia terbelenggu oleh hawa nafsu, kemurkaan, keakuan, ambisi, dan ketamakan kepada harta benda. Di manapun faktor-faktor ini dominan dalam kehidupan manusia, maka di situ masyarakat tergiring ke dalam kemiskinan, peperangan, kebodohan, diskriminasi, korupsi, dan fitnah. Inilah yang hendak diterapi oleh Islam. Islam mengingatkan bahwa kehendak, tekad, dan ikhtiyar manusia yang merupakan salah satu anugerah Ilahi yang terbesar bagi manusia jangan sampai diserahkan kepada kebodohan, kekejian, materialisme, egoisme, dan keakuan, melainkan serahkan kepada akal dan ketakwaan.
Tahun ini kita namakan sebagai tahun pertanggungjawaban. Pertanggungjawaban bukanlah satu paham Barat, melainkan satu paham yang Islami. Ada sebagian orang yang gemar mengaitkan apapun yang disukainya kepada Barat dan menganggapnya sebagai produk pemikiran Barat. Tanggung jawab adalah bagian dari ajaran Islam yang disebut mas’uliyyah. Tanggung jawab artinya ialah bahwa setiap manusia apapun statusnya pertama harus bertanya kepada dirinya sendiri apa yang mendorongnya dalam berperilaku, bertutur kata, dan merencanakan sesuatu. Apakah perilaku itu berlandaskan akal sehat dan ketakwaan, atau malah dipicu oleh pemujaan diri, hawa nafsu, dan ambisi pribadi. Jika manusia dapat menentramkan hati nuraninya dan merespon panggilan jiwanya yang paling dalam, maka dia pasti bisa bertanggungjawab kepada yang lain.
Allah SWT berfirman;
إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS.17.36)
Mata yang Anda miliki sehingga Anda dapat melihat dan mengindentifikasi sesuatu, kemudian telinga yang Anda miliki sehingga Anda dapat mendengarkan kebaikan untuk ditransformasikan ke dalam hati dan fisik Anda, serta kalbu yang Anda miliki sehingga Anda dapat merasakan, memutuskan, dan menjatuhkan pilihan dimana esensi manusia terletak pada kalbunya, semua ini adalah sarana yang telah dianugerahkan Allah SWT dan kelak akan diminta pertanggungjawabannya. Kita semua harus bertanggungjawab atas apa yang telah kita lihat dengan mata kita; apakah kita melihat? Apakah kita cermat? Apakah kita ingin untuk melihat? Apakah kita ingin untuk mendengar? Apakah kita berniat mengambil keputusan dan mengimplementasikannya? Semua ini adalah tanggung jawab.
Rasulullah SAW bersabda;
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَ كُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Kamu semua adalah pemelihara, dan setiap kamu bertanggungjawab atas peliharaannya.”
Kita semua bertanggungjawab. Hanya saja, semakin luas pengaruh pena, kata-kata, dan keputusan seseorang pada kehidupan manusia, semakin besar tanggung jawab yang dipikulnya. Sebab itu, para pejabat tinggi negara, para pimpinan tiga lembaga tinggi negara, begitu pula pemimpin tertinggi revolusi Islam (Rahbar) hingga seluruh eselon pejabat dan jajaran direksi memiliki tanggung jawab besar atas segala tindakan, keputusan, dan statemen masing-masing. Inilah tanggung jawab dalam ajaran Islam dimana kita semua harus menaruh komitmen padanya. Perkataan orang yang bertanggungjawab berbeda dengan perkataan orang yang tidak memiliki rasa tanggung jawab. Keputusan orang yang penuh rasa tanggung jawab juga berbeda dengan keputusan orang yang tidak memiliki rasa tanggung jawab. Sebagai pejabat, kita semua harus berhati-hati atas pernyataan dan keputusan kita. Rasa tanggung jawab inilah yang membuat jabatan layak dihormati. Pejabat dihormati oleh masyarakat adalah karena setiap tindakan dan keputusannya harus terdorong oleh tanggung jawab yang diembannya. Orang yang memiliki rasa tanggung jawab memang patut untuk dihormati. Dan segala sesuatu akan menjadi pelik jika dipegang oleh orang yang tidak memiliki rasa tanggung jawab.
sumber : indonesian.khamenei.ir
manusia dimintai pertanggung jawaban atas apa yang mereka kerjakan didunia pada saat diakhirat nanti. Lihatlah sederet penderitaan umat manusia; kemiskinan, keterkucilan, diskriminasi, korupsi, kebodohan, fanatisme buta, pembantaian, perang, keteraniayaan, ketertindasan, dan kekerasan. Dari mana semua ini muncul di tengah masyarakat manusia? Ini semua muncul karena manusia tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya. Manusia terbelenggu oleh hawa nafsu, kemurkaan, keakuan, ambisi, dan ketamakan kepada harta benda. Di manapun faktor-faktor ini dominan dalam kehidupan manusia, maka di situ masyarakat tergiring ke dalam kemiskinan, peperangan, kebodohan, diskriminasi, korupsi, dan fitnah. Inilah yang hendak diterapi oleh Islam. Islam mengingatkan bahwa kehendak, tekad, dan ikhtiyar manusia yang merupakan salah satu anugerah Ilahi yang terbesar bagi manusia jangan sampai diserahkan kepada kebodohan, kekejian, materialisme, egoisme, dan keakuan, melainkan serahkan kepada akal dan ketakwaan.
Tahun ini kita namakan sebagai tahun pertanggungjawaban. Pertanggungjawaban bukanlah satu paham Barat, melainkan satu paham yang Islami. Ada sebagian orang yang gemar mengaitkan apapun yang disukainya kepada Barat dan menganggapnya sebagai produk pemikiran Barat. Tanggung jawab adalah bagian dari ajaran Islam yang disebut mas’uliyyah. Tanggung jawab artinya ialah bahwa setiap manusia apapun statusnya pertama harus bertanya kepada dirinya sendiri apa yang mendorongnya dalam berperilaku, bertutur kata, dan merencanakan sesuatu. Apakah perilaku itu berlandaskan akal sehat dan ketakwaan, atau malah dipicu oleh pemujaan diri, hawa nafsu, dan ambisi pribadi. Jika manusia dapat menentramkan hati nuraninya dan merespon panggilan jiwanya yang paling dalam, maka dia pasti bisa bertanggungjawab kepada yang lain.
Allah SWT berfirman;
إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS.17.36)
Mata yang Anda miliki sehingga Anda dapat melihat dan mengindentifikasi sesuatu, kemudian telinga yang Anda miliki sehingga Anda dapat mendengarkan kebaikan untuk ditransformasikan ke dalam hati dan fisik Anda, serta kalbu yang Anda miliki sehingga Anda dapat merasakan, memutuskan, dan menjatuhkan pilihan dimana esensi manusia terletak pada kalbunya, semua ini adalah sarana yang telah dianugerahkan Allah SWT dan kelak akan diminta pertanggungjawabannya. Kita semua harus bertanggungjawab atas apa yang telah kita lihat dengan mata kita; apakah kita melihat? Apakah kita cermat? Apakah kita ingin untuk melihat? Apakah kita ingin untuk mendengar? Apakah kita berniat mengambil keputusan dan mengimplementasikannya? Semua ini adalah tanggung jawab.
Rasulullah SAW bersabda;
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَ كُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Kamu semua adalah pemelihara, dan setiap kamu bertanggungjawab atas peliharaannya.”
Kita semua bertanggungjawab. Hanya saja, semakin luas pengaruh pena, kata-kata, dan keputusan seseorang pada kehidupan manusia, semakin besar tanggung jawab yang dipikulnya. Sebab itu, para pejabat tinggi negara, para pimpinan tiga lembaga tinggi negara, begitu pula pemimpin tertinggi revolusi Islam (Rahbar) hingga seluruh eselon pejabat dan jajaran direksi memiliki tanggung jawab besar atas segala tindakan, keputusan, dan statemen masing-masing. Inilah tanggung jawab dalam ajaran Islam dimana kita semua harus menaruh komitmen padanya. Perkataan orang yang bertanggungjawab berbeda dengan perkataan orang yang tidak memiliki rasa tanggung jawab. Keputusan orang yang penuh rasa tanggung jawab juga berbeda dengan keputusan orang yang tidak memiliki rasa tanggung jawab. Sebagai pejabat, kita semua harus berhati-hati atas pernyataan dan keputusan kita. Rasa tanggung jawab inilah yang membuat jabatan layak dihormati. Pejabat dihormati oleh masyarakat adalah karena setiap tindakan dan keputusannya harus terdorong oleh tanggung jawab yang diembannya. Orang yang memiliki rasa tanggung jawab memang patut untuk dihormati. Dan segala sesuatu akan menjadi pelik jika dipegang oleh orang yang tidak memiliki rasa tanggung jawab.
sumber : indonesian.khamenei.ir
MANUSIA DAN KEADILAN
manusia dan keadilan
Dalam hidup dan kehidupan, setiap manusia pasti pernah diperlakukan tidak adil, dan memperlakukan sesuatu dengan tak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan “jujur”. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalui dibenturkan oleh permasalahan – permasalahan dan kendala yang dihadapinya yang kesemuanya disebabkan oleh berbagai sebab, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.
Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat membuahkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi. Karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. Nah… cara itulah yang dapat menimbulkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apapun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan.
Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.
Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki cirri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hokum.
Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.
Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.
Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain ;
1. Faktor ekonomi. Setiap berhak hidup layah dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya.
2. Faktor Peradaban dan Kebudayaan sangat mempengaruhi dari sikapdan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang halini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hamper pada setiapindividu didalamnya sehingga sangat sulit sekali untuk menentukan dan bahkan menegakan keadilan.
3. Teknis. Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikapadil,kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain. Dengan kata lian kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun.
4. dan lain sebagainya.
Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolak belakang dan berseberangan.
sumber :http://filsafat.kompasiana.com
Dalam hidup dan kehidupan, setiap manusia pasti pernah diperlakukan tidak adil, dan memperlakukan sesuatu dengan tak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan “jujur”. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalui dibenturkan oleh permasalahan – permasalahan dan kendala yang dihadapinya yang kesemuanya disebabkan oleh berbagai sebab, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.
Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat membuahkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi. Karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. Nah… cara itulah yang dapat menimbulkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apapun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan.
Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.
Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki cirri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hokum.
Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.
Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.
Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain ;
1. Faktor ekonomi. Setiap berhak hidup layah dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya.
2. Faktor Peradaban dan Kebudayaan sangat mempengaruhi dari sikapdan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang halini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hamper pada setiapindividu didalamnya sehingga sangat sulit sekali untuk menentukan dan bahkan menegakan keadilan.
3. Teknis. Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikapadil,kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain. Dengan kata lian kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun.
4. dan lain sebagainya.
Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolak belakang dan berseberangan.
sumber :http://filsafat.kompasiana.com
MANUSIA DAN KEINDAHAN
manusia dan keindahan
“Keindahan” adalah istilah konvensional yang terlalu sederhana untuk mengungkapkan kesadaran yang timbul dari pengalaman keharuan maknawi macam itu, pengalaman yang sebetulnya penuh nuansa rumit. Karenanya, kata “keindahan” itu sejak awal memang sulit dimengerti hanya sebagai “kualitas yang menyenangkan mata dan hati”. Ia lebih kompleks dari sekadar struktur fisik yang bagus. Keindahan adalah keharuan tanpa alasan atas matahari, angin, bebauan, tanaman, atau hujan. Keindahan adalah awal dan akhir pemikiran imajinatif paling brilian. Keindahan adalah saat indera terbuka pada kaitan-kaitan halus terselubung antar segala saat imajinasi terbang tinggi tanpa kehilangan pijakan di bumi.
sumber: Kahlil Gibran
“Keindahan” adalah istilah konvensional yang terlalu sederhana untuk mengungkapkan kesadaran yang timbul dari pengalaman keharuan maknawi macam itu, pengalaman yang sebetulnya penuh nuansa rumit. Karenanya, kata “keindahan” itu sejak awal memang sulit dimengerti hanya sebagai “kualitas yang menyenangkan mata dan hati”. Ia lebih kompleks dari sekadar struktur fisik yang bagus. Keindahan adalah keharuan tanpa alasan atas matahari, angin, bebauan, tanaman, atau hujan. Keindahan adalah awal dan akhir pemikiran imajinatif paling brilian. Keindahan adalah saat indera terbuka pada kaitan-kaitan halus terselubung antar segala saat imajinasi terbang tinggi tanpa kehilangan pijakan di bumi.
sumber: Kahlil Gibran
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
manusia dan kebudayaan
“Hai sekalian manusia bertakwalah kepada Tuhanmu yg telah menciptakan kamu dari diri yg satu dan darinya Allah menciptakan istrinya dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yg banyak..” . “Dzat yg membuat segala sesuatu yg Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yg memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yg hina . Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ke dalam roh -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran penglihatan dan hati; kamu sedikit sekali bersyukur.” . Dalam dunia science teori evolusi CharlesDarwin sangat terkenal. Bahkan walaupun hanya merupakan suatu kesimpulan yg tak terbukti sama sekali banyak orang yg mempercayainya krn ia berbaju science. Padahal science sendiri yg dulunya dipercaya benar ternyata kemudian terbukti salah. Salah satu dampak dari teori evolusi yg sesat itu adl mengikis iman akan adanya Sang Pencipta. Dengan begitu secara tak disadari seseorang yg mempercayai teori evolusi akan dikikis imannya terhadap adanya Sang Pencipta. Sebagai muslimin kita harusnya mengembalikan hal ihwal penciptaan ini kepada Sang Pencipta itu sendiri Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Tentunya jika disuruh memilih harus percaya siapa tentunya kita harus percaya kepada Allah. Inilah yg harus menjadi landasan berpikir dan keyakinan kaum muslimin dalam mengetahui asal muasal penciptaan manusia. Dalam hal ini Allah telah mewahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Alquran dalam beberapa surat dan ayat di antaranya adl ayat yg kita sebutkan di atas. Ayat-ayat di atas menerangkan bahwa Allah menciptakan manusia pertama kali dari tanah dan menyempurnakan bentuknya. Kemudia dari satu manusia itu-yakni Adam ‘Alaihissalam-Allah menciptakan istri bagi Adam kemudian dari keduanyalah Allah mengembangbiakkan manusia. Bahkan hal itu sangat jelas dan mudah dipahami oleh siapa pun yg mau sejenak menggunakan otaknya dgn baik. Jadi pertanyaan-pertanyaan yg timbul di kalangan kaum muslimin tentang teori Darwin ini dapat dijawab dgn ayat-ayat Alquran. Namun sayang kebanyakan kaum muslimin kurang mengerti akan isi kitab sucinya. Mereka paling-paling hanya membaca Al-Fatihah serta surat-surat pendek di Juz ‘Amma. Itu pun belum tentu dgn pemahaman yg benar akan kandungan ayat yg mereka baca. Bahkan sekarang telah timbul gerakan anti teori evolusi yg dipelopori Adnan Oktar dgn mengusung nama Harun Yahya. Dia adl seorang muslim Turki. Gerakan ini mengguncang para penganut dan pencinta teori evolusi. Mereka bahkan mati kutu ketika dihadapkan pada kenyataan bahwa teori yg mereka sanjung selama ini ternyata omong kosong belaka dan penuh kepalsuan. Sekali lagi terbukti bahwa adl suatu kebodohan jika seseorang menuhankan science. Science bukanlah pencipta science hanya menguak rahasia-rahasia yg tersimpan di balik ciptaan Allah ini. Dengan science manusia dapat memanfaatkan segala yg diciptakan Allah utk memenuhi kebutuhan dan kepentingannya. Seharusnya science juga mengantar manusia kepada iman terhadap Allah Sang Pencipta alam semesta bukan malah sebaliknya. Wallahu al-musta’aan.
kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.[2]
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” d Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
sumber : wikipedia, Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
“Hai sekalian manusia bertakwalah kepada Tuhanmu yg telah menciptakan kamu dari diri yg satu dan darinya Allah menciptakan istrinya dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yg banyak..” . “Dzat yg membuat segala sesuatu yg Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yg memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yg hina . Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ke dalam roh -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran penglihatan dan hati; kamu sedikit sekali bersyukur.” . Dalam dunia science teori evolusi CharlesDarwin sangat terkenal. Bahkan walaupun hanya merupakan suatu kesimpulan yg tak terbukti sama sekali banyak orang yg mempercayainya krn ia berbaju science. Padahal science sendiri yg dulunya dipercaya benar ternyata kemudian terbukti salah. Salah satu dampak dari teori evolusi yg sesat itu adl mengikis iman akan adanya Sang Pencipta. Dengan begitu secara tak disadari seseorang yg mempercayai teori evolusi akan dikikis imannya terhadap adanya Sang Pencipta. Sebagai muslimin kita harusnya mengembalikan hal ihwal penciptaan ini kepada Sang Pencipta itu sendiri Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Tentunya jika disuruh memilih harus percaya siapa tentunya kita harus percaya kepada Allah. Inilah yg harus menjadi landasan berpikir dan keyakinan kaum muslimin dalam mengetahui asal muasal penciptaan manusia. Dalam hal ini Allah telah mewahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Alquran dalam beberapa surat dan ayat di antaranya adl ayat yg kita sebutkan di atas. Ayat-ayat di atas menerangkan bahwa Allah menciptakan manusia pertama kali dari tanah dan menyempurnakan bentuknya. Kemudia dari satu manusia itu-yakni Adam ‘Alaihissalam-Allah menciptakan istri bagi Adam kemudian dari keduanyalah Allah mengembangbiakkan manusia. Bahkan hal itu sangat jelas dan mudah dipahami oleh siapa pun yg mau sejenak menggunakan otaknya dgn baik. Jadi pertanyaan-pertanyaan yg timbul di kalangan kaum muslimin tentang teori Darwin ini dapat dijawab dgn ayat-ayat Alquran. Namun sayang kebanyakan kaum muslimin kurang mengerti akan isi kitab sucinya. Mereka paling-paling hanya membaca Al-Fatihah serta surat-surat pendek di Juz ‘Amma. Itu pun belum tentu dgn pemahaman yg benar akan kandungan ayat yg mereka baca. Bahkan sekarang telah timbul gerakan anti teori evolusi yg dipelopori Adnan Oktar dgn mengusung nama Harun Yahya. Dia adl seorang muslim Turki. Gerakan ini mengguncang para penganut dan pencinta teori evolusi. Mereka bahkan mati kutu ketika dihadapkan pada kenyataan bahwa teori yg mereka sanjung selama ini ternyata omong kosong belaka dan penuh kepalsuan. Sekali lagi terbukti bahwa adl suatu kebodohan jika seseorang menuhankan science. Science bukanlah pencipta science hanya menguak rahasia-rahasia yg tersimpan di balik ciptaan Allah ini. Dengan science manusia dapat memanfaatkan segala yg diciptakan Allah utk memenuhi kebutuhan dan kepentingannya. Seharusnya science juga mengantar manusia kepada iman terhadap Allah Sang Pencipta alam semesta bukan malah sebaliknya. Wallahu al-musta’aan.
kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.[2]
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” d Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
sumber : wikipedia, Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
MANUSIA DAN CINTA KASIH
MANUSIA DAN CINTA KASIH
Dalam suatu kehidupan tentunya kita mengenal cinta kasih baik kepada sesama manusia maupun makhluk hidup lainnya. Dari dasar itu pula allah menciptakan manusia dan hendaknya manusia pun memberikan cinta kasihnya kepada pencipta mereka dengan jalan selalu menjalankan kewajibannya sebagai manusia untuk mendapatkan cinta kasih dari penciptanya.Dalam kehidupan sekarang ini ada beberapa alur dari cinta kasih itu sendiri.
1. Cinta kasih dari Allah adalah cinta kasih yang diberikan oleh allah kepada semua makhluk yang ada di dunia ini tanpa terkecuali. Allah memberikan cinta kasih bukan hanya kepada hambanya saja namun kepada semua manusia dan makhluk hidup yang allah ciptakan, sebenarnya semua yang allah ciptakan di alam adalah untuk manusia juga tergantung bagaimana manusia memanfaatkannya.
2. Cinta ksih orang tua kepada anak adalah cinta kasih yang ada diantara orang tua dan anaknya karena adanya ikatan batin. Ikatan batin adalah ikatan antara orang tua terutama seorang ibu dengan anaknya karena adanya ikatan darah dan dari ikatan darah itulah tercipta suatu ikatan rasa antara orang tua dengan anaknya dapat disebut juga ikatan batin.
3. Cinta kasih atara sesama manusia adalah ikatan cinta kasih yang berkaitan dengan kehidupan yaitu manusia tidak dapat hidup sendiri kasena manusia adalah makhluk social yang saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya. Selain itu juga mungkin dapat di asumsikan juga untuk para kula muda saat ini atau bias disebut berpacaran yaitu dimana seorang pria muda dan seorang wanita muda mempunyai suatu perasaan yang ingin saling dekat dan bahkan saling berinteraksi sangan dekat sekali itulah cinta kasih antara kaum muda.
4. Cinta kasih antara manusia dengan makhluk hidup adalah cinta kasih yang ada pada setiap manusia untuk menyayangi makhluk lainnya karena makhluk lainnya seperti halnya hewan dan tumbuha-tumbuhan adalah sumber penghidupan bagi manusia maupun makhluk-makhluk lainnya. Dari keterkaitan itulah manusia harus mempunyai cinta kasih agar terciptanya keseimbangan antara satu dengan yang lainnya.
Dari alur-alur di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa cinta kasih itu adalah sebuah perasaan yang ada pada manusia yang dimana didalamnya terdapat banyak sekali ikatan-ikatan yang menimbulkan rasa tidak ingin kehilangan,saling membutuhkan dan banyak lagi yang lainnya.
Dalam suatu kehidupan tentunya kita mengenal cinta kasih baik kepada sesama manusia maupun makhluk hidup lainnya. Dari dasar itu pula allah menciptakan manusia dan hendaknya manusia pun memberikan cinta kasihnya kepada pencipta mereka dengan jalan selalu menjalankan kewajibannya sebagai manusia untuk mendapatkan cinta kasih dari penciptanya.Dalam kehidupan sekarang ini ada beberapa alur dari cinta kasih itu sendiri.
1. Cinta kasih dari Allah adalah cinta kasih yang diberikan oleh allah kepada semua makhluk yang ada di dunia ini tanpa terkecuali. Allah memberikan cinta kasih bukan hanya kepada hambanya saja namun kepada semua manusia dan makhluk hidup yang allah ciptakan, sebenarnya semua yang allah ciptakan di alam adalah untuk manusia juga tergantung bagaimana manusia memanfaatkannya.
2. Cinta ksih orang tua kepada anak adalah cinta kasih yang ada diantara orang tua dan anaknya karena adanya ikatan batin. Ikatan batin adalah ikatan antara orang tua terutama seorang ibu dengan anaknya karena adanya ikatan darah dan dari ikatan darah itulah tercipta suatu ikatan rasa antara orang tua dengan anaknya dapat disebut juga ikatan batin.
3. Cinta kasih atara sesama manusia adalah ikatan cinta kasih yang berkaitan dengan kehidupan yaitu manusia tidak dapat hidup sendiri kasena manusia adalah makhluk social yang saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya. Selain itu juga mungkin dapat di asumsikan juga untuk para kula muda saat ini atau bias disebut berpacaran yaitu dimana seorang pria muda dan seorang wanita muda mempunyai suatu perasaan yang ingin saling dekat dan bahkan saling berinteraksi sangan dekat sekali itulah cinta kasih antara kaum muda.
4. Cinta kasih antara manusia dengan makhluk hidup adalah cinta kasih yang ada pada setiap manusia untuk menyayangi makhluk lainnya karena makhluk lainnya seperti halnya hewan dan tumbuha-tumbuhan adalah sumber penghidupan bagi manusia maupun makhluk-makhluk lainnya. Dari keterkaitan itulah manusia harus mempunyai cinta kasih agar terciptanya keseimbangan antara satu dengan yang lainnya.
Dari alur-alur di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa cinta kasih itu adalah sebuah perasaan yang ada pada manusia yang dimana didalamnya terdapat banyak sekali ikatan-ikatan yang menimbulkan rasa tidak ingin kehilangan,saling membutuhkan dan banyak lagi yang lainnya.
IBD (Ilmu Budaya Dasar)
IBD(Ilmu Budaya Dasar)
Ilmu budaya dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari suatu kebiasaan yang di lakukan sekumpulan masyarakat (budaya) dengan melihat dari mutu atau nilai dari budaya itu sendiri dan penanamannya dalam masyarakat atau dasar dari budaya itu sendiri. Bila disimpulkan Ilmi Budaya Dasar yaitu suatu awal dimana kita mempelajari suatu kebiasaan dari terciptanya sampai perjalanan berkembangnya hingga saat ini dan melihat nilai-nilainya dalam kehidupan.
SUDUT PANDANG BUDAYA
Sebenarnya ada beberapa sudut pandang untuk melihat sisi dari suatu kebudayaan.
1. Budaya dari sudut pandang sempit.
Dalam pandangan sempit ruang lingkup budaya adalah suatu kebiasaan/ kegiatan yang terlihat pada suatu kelompok masyarakat dan kegiatan tersebut dilakukan dalam suatu keadaan tertentu, seperti halnya pada suatu perayaan hari besar atau perayaan lain yang di adakan suatu kelompok masyarakat baik secara masal maupun individu. Dalam hal ini terlihat banyak terdapat nilai-nilai seni dan bahkan terdapat kepercayaan yang mengarah pada suatu unsur mistis. Unsur mistis adalah suatu kepercayaan yang mengarah kepada hal-hal yang berkaitan dengan benda-benda yang tidak kasap mata atau kepercayaan pada sesuatu yang ada di luar batas fikiran manusia normal pada umumnya.
2.Budaya dari sudut pandang yang luas.
Dalam pandangan yang luas, Budaya adalah suatu tradisi dari kesenian yang dibuat oleh suatu kalangan masyarakat dan kegiatan tersebut menjadi suatu kegiatan yang di ajarkan secara turun-temurun dari genderasi ke genderasi yang bertujuan agar suatu tradisi tersebut dapat di ketahui dan di nikmati serta dirasakan oleh anak cucu dari keturunan mereka serta agar apa yang mereka ciptakan itu tidak hilang atau punah begitu saja, bahkan mereka ingin hal yang mereka ciptakan itu dapat dikembangkan dan di ketehui oleh kalangan masyarakat umum lainnya.
Ilmu budaya dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari suatu kebiasaan yang di lakukan sekumpulan masyarakat (budaya) dengan melihat dari mutu atau nilai dari budaya itu sendiri dan penanamannya dalam masyarakat atau dasar dari budaya itu sendiri. Bila disimpulkan Ilmi Budaya Dasar yaitu suatu awal dimana kita mempelajari suatu kebiasaan dari terciptanya sampai perjalanan berkembangnya hingga saat ini dan melihat nilai-nilainya dalam kehidupan.
SUDUT PANDANG BUDAYA
Sebenarnya ada beberapa sudut pandang untuk melihat sisi dari suatu kebudayaan.
1. Budaya dari sudut pandang sempit.
Dalam pandangan sempit ruang lingkup budaya adalah suatu kebiasaan/ kegiatan yang terlihat pada suatu kelompok masyarakat dan kegiatan tersebut dilakukan dalam suatu keadaan tertentu, seperti halnya pada suatu perayaan hari besar atau perayaan lain yang di adakan suatu kelompok masyarakat baik secara masal maupun individu. Dalam hal ini terlihat banyak terdapat nilai-nilai seni dan bahkan terdapat kepercayaan yang mengarah pada suatu unsur mistis. Unsur mistis adalah suatu kepercayaan yang mengarah kepada hal-hal yang berkaitan dengan benda-benda yang tidak kasap mata atau kepercayaan pada sesuatu yang ada di luar batas fikiran manusia normal pada umumnya.
2.Budaya dari sudut pandang yang luas.
Dalam pandangan yang luas, Budaya adalah suatu tradisi dari kesenian yang dibuat oleh suatu kalangan masyarakat dan kegiatan tersebut menjadi suatu kegiatan yang di ajarkan secara turun-temurun dari genderasi ke genderasi yang bertujuan agar suatu tradisi tersebut dapat di ketahui dan di nikmati serta dirasakan oleh anak cucu dari keturunan mereka serta agar apa yang mereka ciptakan itu tidak hilang atau punah begitu saja, bahkan mereka ingin hal yang mereka ciptakan itu dapat dikembangkan dan di ketehui oleh kalangan masyarakat umum lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)